Aggregator pengiriman gaya payment gateway untuk brand owner D2C dan partner B2B di Indonesia. Satu integrasi, banyak kurir.
Brand owner yang pindah dari marketplace ke website sendiri (Shopify, WooCommerce, custom) kehilangan akses ke infrastruktur pengiriman setara marketplace. Mereka harus input manual ke masing-masing kurir setiap hari — booking, cetak label, rekap AWB, monitor tracking, handle komplain. Gateway ini menyelesaikan itu dengan satu integrasi API.
Pain shipping D2C bukan nice-to-have — ini operasional harian. Setiap hari kerja brand owner booking, cetak label, rekap AWB, monitor tracking, dan handle komplain ulang dari awal.
| Kompetitor | Model fee | COD | Kelemahan utama |
|---|---|---|---|
| Biteship | Per-request API (Rp 5–10/hit) + plugin Rp 99K/bulan | Ya | Cost unpredictable saat volume naik; tidak ada flat booking fee |
| KiriminAja | Gratis (spread ongkir tersembunyi) | Ya | Spread tidak transparan; support 12 jam/hari saja; tidak terstruktur |
| Komerce / RajaOngkir | Gratis + API subscription Rp 149–249K/bulan | Ya | Migrasi paksa API 2025 → developer distrust; rate-check saja di free tier |
| Shipper | Not published (by contract) | Ya | Tidak self-serve; pricing opaque; terlalu besar untuk UMKM |
| Mengantar | Gratis (spread) | Ya (COD-first) | Tidak ada API publik; kurir sedikit (7) |
| Tier | Paket / tahun | Total IDR (@ Rp 1.000/paket) | Total USD |
|---|---|---|---|
| TAM — semua paket nasional 2025 | ~3,0 miliar | Rp 3,0 triliun | ~USD 187 juta |
| SAM — paket di luar internal marketplace | ~1,8 miliar | Rp 1,8 triliun | ~USD 112 juta |
| SOM Year-1 realistis (0,1–0,2% SAM) | ~1,8–3,6 juta | Rp 1,8–3,6 miliar | ~USD 112–225 ribu |
| Carrier | Alasan masuk MVP | Status API |
|---|---|---|
| J&T Express | ~25–30% open-market share; developer portal paling terbuka; leverage dengan captive PT group | Butuh kontrak B2B dulu |
| JNE Express | Jaringan terluas (83.000+ titik); corporate account paling accessible (threshold Rp 7,5 juta/bulan untuk 20% diskon) | Perlu akun B2B |
| SiCepat | ~15–20% open-market; kuat di speed; kemitraan dengan Pos Indonesia | Partner-only; awal via aggregator |
| GoSend (Gojek) | Differentiator same-day untuk F&B + fashion kota besar; tidak perlu MoU langsung di Phase 1 | Via aggregator dulu |
Tiga kurir reguler sudah cover ~65% open-market. Phase 2: Anteraja, ID Express, GrabExpress, Ninja Xpress berdasarkan demand aktual.
Semua angka di bawah adalah asumsi model. Flat fee Rp 1.000/paket sebagai midpoint.
| Aspek | Skenario Optimis | Skenario Realistis | Skenario Pesimis |
|---|---|---|---|
| Captive PT group | 50.000 paket/bulan | 30.000 paket/bulan | 5.000–10.000 paket/bulan |
| External seller bulan 12 | 500+ seller × 80 paket = 40.000 | 300 seller × 50 paket = 15.000 | 50–100 seller × 20–30 paket |
| Total volume/bulan | 90.000 paket | 45.000 paket | ~8.000 paket |
| Revenue/bulan | Rp 90 juta | Rp 45 juta | Rp 8–15 juta |
| Break-even bulan ke- | Bulan 10–14 | Bulan 18–24 | Belum break-even bulan 24 |
| Kontrak B2B kurir | J&T + JNE direct bulan 4; SiCepat bulan 6 | JNE direct + J&T bulan 6 | Hanya corporate JNE; lainnya via aggregator |
| Risiko | Impact | Mitigasi |
|---|---|---|
| Captive volume PT group lebih kecil dari perkiraan | Tinggi | Konfirmasi volume aktual sebelum build dimulai; tetapkan threshold minimum |
| Bargaining lemah ke kurir karena startup baru tanpa volume | Tinggi | Negosiasi pakai captive PT group sebagai anchor; mulai dari JNE (threshold paling rendah) |
| No-COD memotong ICP signifikan | Menengah | Target eksplisit ICP non-COD dulu; buat roadmap COD post-MVP yang konkret |
| Kompetitor established (Biteship, KiriminAja) sudah punya nama | Menengah | Differentiate via flat fee transparan + API stability + complaint inbox; tidak compete di fitur |
| Kemenhub bisa interpretasi gateway sebagai kurir (KBLI 53201) | Menengah | Konsultasi pengacara bisnis sebelum daftar OSS; posisikan sebagai "agen" bukan "kurir" |
| Ketergantungan pada PIC kurir untuk complaint routing | Menengah | SLA dalam kontrak MoU; eskalasi path jelas di complaint inbox |
Demand real. Celah kompetitif ada — flat fee transparan, API stability, complaint inbox sebagai single front-door, partner tier — tidak satupun diisi kompetitor secara eksplisit. Pasar tumbuh (CAGR logistik 7–8% hingga 2030, TikTok Shop live commerce +90% YoY, brand owner eksodus marketplace). Unit economics pada volume yang bisa dicapai masuk akal: break-even ~130.000–170.000 paket/bulan dalam 12–18 bulan adalah target realistis kalau captive volume memadai.
Yang membuat ini berbeda dari startup shipping biasa: gateway ini punya captive volume bawaan dari PT group — leverage yang tidak dimiliki Biteship atau KiriminAja saat mereka mulai. Itu satu-satunya cara masuk ke kontrak B2B kurir tanpa butuh 2–3 tahun bangun reputasi organik.
Executive summary untuk stakeholder. Detail angka akan diupdate setelah review Tab Market Research selesai.
Range kasar dari research. Angka ini belum dikonfirmasi ke team — anggap sebagai orientasi awal.
| Milestone | Estimasi Waktu | Catatan |
|---|---|---|
| Konfirmasi dua kondisi GO | 0–60 hari | Sebelum build dimulai. Volume PT group + komitmen JNE. |
| Negosiasi MoU JNE (prioritas pertama) | Paralel dengan build — 1–3 bulan | JNE paling accessible. J&T dan SiCepat menyusul. |
| Prototype demo-able (booking + AWB + tracking) | 2–3 bulan dari mulai build | Dipakai negosiasi kurir dan onboarding partner awal |
| MVP dengan complaint inbox + multi-carrier | 4–6 bulan | Target onboard 10–20 external seller di bulan 4–5 |
| Stabilisasi + skalakan external seller | Bulan 6–12 | Target 200–500 external seller aktif |
Berdasarkan benchmark kompetitor (Biteship ~40 orang, Shipper ratusan) dan scope MVP ini. Angka gaji/bayaran tidak ditampilkan di sini.
| Role | Headcount | FT/PT | Kenapa dibutuhkan |
|---|---|---|---|
| Founder / CEO | 1 | FT | Strategy + negosiasi kurir. Harus founder-led di fase awal — kurir tidak akan MoU dengan bukan decision maker. |
| Backend Engineer | 2 | FT | API gateway core: booking, AWB, tracking, label print, webhook dari kurir. |
| Frontend / Fullstack Engineer | 1 | FT | Dashboard customer + internal ops panel (complaint inbox, monitoring). |
| Partnership Manager / Carrier RM | 1 | FT (mulai bulan 3–4) | Maintain MoU + kontrak aktif kurir, monitor SLA, handle complaint routing ke PIC kurir. |
| Customer Success | 1–2 | FT | Handle isu seller + orkestrasi complaint inbox. Kunci retention — isu paket adalah kejadian harian. |
| Finance & Rekonsiliasi | 1 | FT (bisa PT awal) | Invoice kurir, rekonsiliasi fee, laporan arus kas. Krusial karena ada volume invoice dari banyak kurir. |
| Sales / BD | 1 | FT | Akuisisi external customer (D2C, software house, UMKM). |
| Ops / QA | 1 | PT | Testing API baru, monitor uptime, koordinasi onboarding kurir baru. |
Rancangan modul akan difinalisasi setelah verdict GO terkonfirmasi dan dua kondisi (captive volume + komitmen kurir) terpenuhi.
Enam modul di bawah sudah teridentifikasi dari research. Ini bukan scope final — hanya preview sebelum rancangan detail dibuat.
Lima journey dari berbagai sudut pandang. Semua branch, loop-back, path gagal, dan titik tunggu ditampilkan — tidak disederhanakan. Kompleksitas yang terlihat adalah alasan kenapa sistem ini dibutuhkan.
Semua yang harus diselesaikan di luar build teknis. Waktu kalender penting — beberapa proses berjalan paralel dengan development, tapi ada yang bisa jadi blocker kalau terlambat dimulai. Harga implementasi = TBD bersama tim.
Kalau group belum punya entity terpisah untuk gateway: perlu PT baru (atau bisa pakai entitas existing — TBD dengan tim). Kurir (JNE, J&T, SiCepat) semua minta kontrak dengan PT legal — tidak bisa atas nama pribadi atau CV.
Harga: TBD dengan tim (notaris + biaya administrasi)
Gateway paling cocok masuk KBLI 53202 (Aktivitas Agen Kurir) — bukan kurir yang angkut fisik paket, tapi "agen/mitra" kurir yang mengumpulkan order. Risiko perizinan menengah-rendah dibanding KBLI 53201.
Platform digital komersial (termasuk API gateway) wajib daftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat di portal pse.komdigi.go.id.
UU PDP resmi berlaku per 17 Oktober 2024. Gateway memproses data pribadi penerima paket (nama, alamat, no HP) — wajib comply.
Berdasarkan PMK No. 81/2024 (efektif 1 Januari 2025):
Tanpa kontrak B2B dengan minimal satu kurir, gateway tidak bisa demo ke customer external. Ini blocker paling kritis di luar technical build.
SIUJPT (Surat Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi) adalah izin freight forwarder — hanya dibutuhkan kalau gateway masuk cross-border (dokumen B/L, airway bill internasional, kepabeanan). MVP fokus domestik → tidak perlu.
Kalau kelak masuk cross-border: modal dasar minimum Rp 1,2 miliar (25% disetor) + tenaga ahli D3 pelayaran/transportasi + bukti sewa kantor minimal 2 tahun.
Istilah yang dipakai di seluruh dokumen ini, buat siapapun yang baru bergabung dengan diskusi.